Skip to main content

50 Kumpulan Peribahasa Bahasa Indonesia dan Artinya


Kumpulan Peribahasa Indonesia dan Artinya

Peribahasa Indonesia merupakan ungkapan atau kalimat yang memiliki makna khusus, sering kali menggunakan bahasa kiasan. Peribahasa ini tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah kumpulan peribahasa Indonesia lengkap dengan artinya.

Daftar Peribahasa Indonesia

  1. Seperti abu di atas tanggul
    Artinya: Kedudukan yang tidak tetap.

  2. Sudah jadi abu arang
    Artinya: Telah rusak sama sekali.

  3. Ada udang di balik batu
    Artinya: Mempunyai maksud tertentu yang tersembunyi.

  4. Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam
    Artinya: Hendaknya anak muda bersikap sabar dalam merindukan sesuatu, demikian juga bagi orang tua harus sabar dalam menghadapi masalah.

  5. Adu lidah
    Artinya: Saling berbantah.

  6. Adu untung
    Artinya: Mencoba keberuntungan (nasib).

  7. Air beriak tanda tak dalam
    Artinya: Orang yang banyak bicara biasanya bodoh.

  8. Air susu dibalas air tuba
    Artinya: Kebaikan dibalas dengan keburukan.

  9. Air tenang menghanyutkan
    Artinya: Orang pendiam jangan disangka bodoh, banyak pengetahuannya.

  10. Lubuk akal, tepian ilmu
    Artinya: Orang pandai tempat bertanya dalam segala hal.

  11. Akal tak sekali datang, runding tak sekali tiba
    Artinya: Tak ada usaha yang sekali jadi dan sempurna. Harus diusahakan sedikit demi sedikit.

  12. Telah berurat akar
    Artinya: Sudah mencandu dan sukar dihilangkan.

  13. Alah bisa karena biasa
    Artinya: Bagaimanapun sukarnya suatu pekerjaan, jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh pasti terselesaikan.

  14. Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusukan
    Artinya: Orang yang suka mengurusi perkara orang lain, sedangkan urusannya sendiri diabaikan.

  15. Anak emas
    Artinya: Anak kesayangan.

  16. Angan-angan menerawang awan
    Artinya: Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin dapat dicapai.

  17. Angin bekisar
    Artinya: Hatinya berpaling pada sesuatu.

  18. Angin berputar, ombak bersambung
    Artinya: Perkara yang sukar diselesaikan.

  19. Kalau tiada angin, tak akan ada pohon bergoyang
    Artinya: Segala sesuatu pasti ada sebabnya.

  20. Angkat bicara
    Artinya: Mulai berbicara.

  21. Angkat kaki
    Artinya: Pergi.

  22. Anjing ditepuk menjungkit ekor
    Artinya: Pada umumnya, orang yang tidak berbudi jika dihormati berlagak sombong.

  23. Anjing menggonggong, kafilah berlalu
    Artinya: Seberapa pedas kecaman seseorang, ia tidak peduli dan tetap berprinsip pada kemauannya.

  24. Anjing menyalak tidak menggigit
    Artinya: Orang yang banyak bicara biasanya penakut.

  25. Datang tidak dijemput, pulang tidak berantar
    Artinya: Diabaikan saja datang dan perginya seseorang karena dianggap orang tidak penting.

  26. Api dalam sekam
    Artinya: Perbuatan jahat yang tidak tampak.

  27. Api padam puntung berasap
    Artinya: Perkara yang sudah selesai kemudian timbul lagi.

  28. Jauh panggang dari api
    Artinya: Jawaban yang melenceng dari pertanyaan.

  29. Semangat berapi-api
    Artinya: Keinginan yang meluap-luap.

  30. Arah bertukar jalan
    Artinya: Sama maksudnya, tetapi berlainan cara mencapainya.

  31. Arang tercoret di muka
    Artinya: Mendapat malu besar.

  32. Sudah patah arang
    Artinya: Tidak bisa didamaikan lagi.

  33. Kurang arif badan celaka, terlampau arif badan binasa
    Artinya: Hendaknya kita berbuat kebijakan yang memadai dan jangan berlebihan.

  34. Bagai aur dengan tebing
    Artinya: Saling membantu satu sama lain.

  35. Bagai bulan kesiangan
    Artinya: Merasa malu karena melakukan sesuatu yang tidak pantas.

  36. Bagai air di daun talas
    Artinya: Tidak memiliki pendirian yang tetap, mudah terombang-ambing.

  37. Bagai burung dalam sangkar
    Artinya: Tidak bebas atau terkekang.

  38. Bagai pungguk merindukan bulan
    Artinya: Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin tercapai.

  39. Bagai api dengan asap
    Artinya: Tidak dapat dipisahkan.

  40. Bagai makan buah simalakama
    Artinya: Menghadapi pilihan yang sama-sama sulit.

  41. Bagai katak dalam tempurung
    Artinya: Orang yang wawasannya sempit dan tidak tahu perkembangan luar.

  42. Bagai pinang dibelah dua
    Artinya: Sangat mirip, biasanya digunakan untuk orang kembar.

  43. Bagai menelan bara api
    Artinya: Menahan rasa sakit hati atau penderitaan.

  44. Bagai menegakkan benang basah
    Artinya: Melakukan sesuatu yang mustahil.

  45. Bagai air jatuh ke minyak
    Artinya: Suatu nasihat atau ajaran yang tidak diindahkan.

  46. Bagai telur di ujung tanduk
    Artinya: Dalam keadaan yang sangat berbahaya.

  47. Bagai musang berbulu ayam
    Artinya: Orang jahat yang berpura-pura baik.

  48. Bagai api makan sekam
    Artinya: Marah yang dipendam.

  49. Bagai hujan jatuh ke pasir
    Artinya: Kebaikan atau pertolongan yang sia-sia.

  50. Bagai melukut di tepi gantang
    Artinya: Orang yang tidak dianggap atau tidak berharga dalam suatu kelompok.


Peribahasa Indonesia tidak hanya memperkaya bahasa, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan. Menggunakan peribahasa dalam percakapan sehari-hari dapat membuat komunikasi lebih bermakna dan penuh hikmah. Mari lestarikan budaya bahasa kita dengan memahami dan menggunakan peribahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Comments